Kamis, 28 November 2019

Lotek

Sejarah Lotek

Hasil gambar untuk sejarah lotek


Lotek adalah salah satu makanan tradisional yang telah ada sejak dahulu kala. Lotek berisikan sayuran yang di bumbui oleh bumbu kacang yang dapat disajikan dengan lontong atau nasi hangat, disertai dengan kerupuk dan bawang goreng. Makanan Lotek ini hampir mirip dengan pecel, yaitu jenis makanan dari beberapa sayuran yang sudah direbus kemudian disiram dengan menggunakan sambal dari bumbu bumbu kacang. Yang menjadi keunikan dari makanan ini yaitu bahan untuk sambalnya di samping kacang seringkali juga ditambahkan pakai tempe dan dalam bumbunya ditambahkan terasi, gula merah, dan bawang putih sehingga menimbulkan perpaduan rasa pedas dan manis. Selain itu, Kandungan zat gizi alami dalam sayuran hijau sangat banyak. Selain kaya dengan vitamin A dan C, sayuran hijau juga mengandung berbagai unsur mineral seperti zat kapur, zat besi, magnesium dan fosfor.Awal adanya lotek dikarenakan pada tahun 1970 seorang jurnalis inggris yang tugas di Parongpong mencari salad. Namun, di daerah tersebut hanya ada sayur-sayuran khas Indonesia, dengan keadaan seperti itu jurnalis tersebut menggunakan bahan seadanya dan membuatnya dengan menggunakan alat tradisional sehingga disebut dengan 'low tech' alias Lo tek dengan lafal sunda jadi mendunia. Bukan hanya dikaruniai berbagai pemandangan alam yang indah, Indonesia juga dilimpahi banyak makanan unik yang tersebar di penjuru negeri. Menikmati rasa khas dari sederet masakan nusantara seperti lotek terkadang harus dilakukan.


sumber: https://ulyadays.com/kandungan-nutrisi-makanan-lotek-penasaran-yuk-simak/

Karedok

Sejarah Karedok


Sejarah Masakan-Makanan Karedok Bandung

Karedok adalah salah satu makanan tradisional yang menggunakan bumbu kacang. Karedok berasal dari Sunda.Karedok dibuat dengan bahan-bahan sayuran mentah antara lain; ketimun, tauge, kol, kacang panjang, daun kemangi, dan terong. Sedangkan sausnya adalah bumbu kacang yang dibuat dari cabai merah, bawang putih, kencur, kacang tanah, air asam, gula jawa, garam, dan terasi.
Bumbu karedok sama dengan pecel atau lotek, tetapi bedanya dari ketiga makanan di atas adalah karedok menggunakan sayuran mentah. Sayuran mentah tersebut dilumuri dengan bumbu kacang yang terdiri dari cabai merah, bawang putih, kencur, kacang tanah, air asam, gula jawa, garam, dan terasi. Karedok biasanya disajikan dengan kerupuk udang atau kerupuk yang kecil kecil. Dan karedok biasanya langsung bisa dimakan tanpa ditemani dengan nasi, lontong, maupun ketupat.
Karedokmasakanyang unik, karena semua sayuran dalam keadaan segar, tanpa melalui pemasakan, sehingga kandungan gizi dan seratnya sangat padat.Sayuran merupakan gudang antioksidan dan serat pangan juga merupakan sumber dari vitamin A, D, dan E karotenoid. Selain vitamin, sayuran pun mengandung beberapa mineral yang dibutuhkan oleh tubuh kita seperti zat besi, seng, mangan, kalsium, dan fosfor.
Sejarah penamaanKaredok, karena makanan ini berasal dari desa Karedok, perkampungan yang terletak di seberang Sungai Cimanuk, dahulu merupakan wilayah Sumedang Lanang atau Negara Mayeut.

sumber: https://www.sarih
usada.co.id/Nutrisi-Untuk-Bangsa/Aktivitas/Jelajah-Gizi/Karedok-Makanan-Yang-Berawal-Dari-Desa-KaredokV


Rabu, 27 November 2019

Timlo Solo

Sejarah Timlo Solo

Hasil gambar untuk sejarah timlo solo

Timlo adalah sejenis sup yang di padukan dengan aneka macam bahan khas nya seperti telur rebus, daging ayam, tahu, sosis dan semacamnya yang di jadikan satu.Timlo adalah hidangan yang sangat mudah di temukan di daerah solo.Cara membuat Timlo hampir mirip dengan cara membuat soto daging sapi namun yag berbeda adalah isi dan bumbu.Pada dasarnya, Timlo adalah sup, berisi irisan ati ampla ayam, irisan dadar gulung, irisan sosis solo, mihun, telur pindang, dan suwiran ayam goreng. Kuahnya bening, encer, dan segar.Timlo yang terdiri dari nasi, kuah, dan irisan daging ayam saja. Hidangan segar ini mulai populer sekitar dasawarsa 1960-an.


sumber: https://www.tribunnewswiki.com/2019/07/17/timlo-solo

Selat Solo

Sejarah Selat Solo

40. Selat 1.jpg

Selat solo (bahasa Jawa: ꦱꦼꦭꦠ꧀​ꦱꦭ, translit. Selat sala) adalah sebuah hidangan khas Jawa yang memiliki pengaruh hidangan Eropa dan berasal dari kota Solo, Jawa Tengah. Makanan ini terdiri dari daging sapi has luar yang direbus dalam kuah encer yang terbuat dari bawang putih, cuka, kecap manis, kecap Inggris, air serta dibumbui dengan pala dan merica. Makanan ini kemudian disajikan dengan telur rebus dan sayur-sayuran seperti buncis, kentang, tomat, selada, mentimun, kol atau brokoli dan wortel, serta ditaburi keripik kentang dan ditambahkan sedikit moster atau mayones di sampingnya.Walaupun memiliki nama selat solo — yang mengacu kepada "salad", bagian utamanya berupa daging sapi (umumnya has luar) menjadikan hidangan ini tidak cocok untuk dikatakan sebagai salad, melainkan sebagai sebuah bistik yang disajikan dalam kuah manis encer khas Jawa. Beberapa orang menyebut hidangan ini sebagai sebuah percampuran antara bistik, salad dan sup.Hidangan ini juga sering disebut sebagai Bistik Jawa, walaupun hidangan tersebut mengandung lebih sedikit kuah.


sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Selat_solo

Nasi Liwet

Sejarah Nasi Liwet

Hasil gambar untuk sejarah nasi liwet

Nasi liwet merupakan salah satu makanan khas Jawa dari Solo atau Surakarta. Sejarah dan asal-usul riwayat kuliner ini kerap dikaitkan dengan tradisi masyarakat Jawa, termasuk untuk menolak bala ketika terjadi bencana.Sebenarnya, nasi liwet –atau setidaknya makanan sejenis dengan nama berbeda– juga dikenal di beberapa daerah lain di Indonesia, misalnya nasi liwet Sunda, yang tentunya memiliki ciri khas dan citarasa masing-masing.
Dalam satu paket nasi liwet Solo biasanya terdiri dari beberapa bagian, antara lain nasi gurih, suwiran ayam ungkep, sayur labu siam, telur rebus, sambal goreng ati, tempe dan tahu bacem, serta areh atau hasil rebusan santan yang dimasak hingga mengental.
Nasi yang gurih dan harum menjadi ciri khas kuliner tradisional ini. Rasa gurih berasal dari santan kelapa yang dimasak bersama beras, sementara wanginya dari daun pandan, ditambah daun salam dan batang serai, serta berbagai macam bumbu juga rempah-rempah lainnya.



sumber: https://tirto.id/sejarah-nasi-liwet-solo-makanan-khas-jawa-penolak-bala-eeVS

Kue Cincin

Sejarah Kue Cincin

Image result for kue cincin"
Namanya ali agrem. Wisatawan yang berkunjung ke Bandung, Jawa Barat, mungkin tidak banyak yang tahu megenai makanan tradisional khas Sunda ini. Bentuknya menyerupai donat, dengan bolongan kecil di tengahnya. Rasanya manis meski tidak menggunakan topping. Konon, ali agrem merupakan nenek moyangnya donat, sehingga disebut sebagai donat khas nusantara. Di salah satu sudut di Braga Culinary Night (BCN), terdapat sebuah booth makanan yang menjual ali agrem. Sang pedagang tampak sibuk menggoreng adonan ali agrem untuk disuguhkan kepada pembeli. Ali agrem tenyata cukup menarik pengunjung BCN pada malam itu. Ali agrem terbuat dari tepung beras yang dicampur dengan gula merah dan sedikit gula putih. Adonan diaduk tanpa menggunakan air. Kemudian adonan digoreng hingga berwarna keemasan. Jadilah ali agrem hangat yang siap dinikmati.
Ali berarti cincin, sesuai dengan bentuknya yang menyerupai cincin. Makanan ini biasanya hadir dalam acara pernikahan. "Cincin melambangkan keabadian. Makanya ali agrem sebagai kue cincin biasanya disajikan di pesta pernikahan," ujar seorang pedagang ali agrem di BCN. Sayangnya, ali agrem kini mulai sulit ditemui di daerah perkotaan Bandung. Pamornya kalah dengan makanan-makanan lain yang lebih modern. "Di Bandung sudah susah ditemui. Paling hanya ada di Lembang dan Ujung Berung," tambahnya. Beruntung, Kota Bandung kini memiliki festival kuliner yang diselenggarakan setiap dua kali seminggu. Ini menjadi kesempatan bagi pedagang ali agrem untuk menghadirkan kembali makanan tradisional Sunda yang satu ini. "Senang sekali ada festival ini, sejalan dengan cita-cita saya. Saya ingin makanan tradisional Sunda seperti ali agrem kembali muncul," ceritanya. Sungguh disayangkan, rasa manis ali agrem ternyata tidak semanis nasibnya kini. Padahal, ali agrem merupakan teman yang cocok untuk menikmati dinginnya udara Kota Bandung ditambah dengan secangkir teh tawar panas.

sumber: https://travel.kompas.com/read/2014/02/27/0757368/Kue.Cincin.yang.Mulai.Terlupakan .

Kue Rangi

Sejarah Kue Rangi

Image result for kue rangi"


Kue rangi, atau juga disebut sagu rangi, adalah salah satu kue tradisional Betawi. Kue ini terbuat dari campuran tepung kanji (orang Betawi biasa menyebutnya tepung sagu) dengan kelapa parut yang dipanggang dengan cetakan khusus di atas tungku kecil. Kue rangi disajikan dengan olesan gula merah yang dikentalkan dengan sedikit tepung kanji. Agar berbau harum dan menggugah selera, gula cair kental ini adakalanya dicampuri dengan potongan nangka, nanas atau durian. Kue rangi rasanya gurih dan beraroma wangi karena dimasak dengan cara dipanggang menggunakan bahan bakar kayu.
Cetakan kue rangi mirip dengan cetakan kue pancong atau bandros tetapi ukurannya lebih kecil. Beberapa pedagang kecil membuat kue rangi tanpa menggunakan cetakan kue, jadi hanya dikecilkan dan ditipiskan ukurannya.
Bahan utama untuk membuat kue rangi antara lain: kelapa tua, tepung kanji atau tapioka, serta sedikit garam dan air. Adonan bahan kue ini tidak dapat bertahan lama karena mudah basi, sehingga harus dihabiskan dalam waktu satu hari.

sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kue_rangi

 

MASAK-MASAKAN YUK! Template by Ipietoon Cute Blog Design